Transformasi Serangan Luka Doncic

Catatan Penulis: Data performa Doncic diambil sebelum laga Dalas melawan Nets, 2 Januari 2019, waktu setempat

Pada musim lalu, NBA kedatangan ruki yang akan menjadi wajah NBA masa depan, untuk menggantikan Stephen Curry atau LeBron James ketika sudah pensiun, yaitu Luka Doncic. Dengan segala pencapaian di kompetisi benua eropa membuat ekspektasi terhadap Doncic sangat besar. Walau demikian, pada malam pemilihan pemain draft, Doncic tidak terpilih di urutan pertama. Ia baru terpilih pada urutan ketiga.

Pemuda asal Slovenia itu langsung menunjukkan potensinya dengan meraih gelar ruki terbaik dengan mengalahkan pemain yang akan menjadi saingannya di masa mendatang, Trae Young. Doncic menjadi kontributor utama serangan Mavericks dengan menghasilkan rata-rata 21,2 poin dan 6 asis. Ratio asis juga diatas satu.

Tingginya produktivitas angka juga diiringi dengan efisiensi serangan yang diatas rata-rata liga. Doncic memiliki 1,07 angka pada setiap penguasaan dengan menggunakan 29,6 persen USG%. Hanya saja, efektivitas tembakan yang dihasilkan masih belum maksimal. Doncic hanya memiliki 2 area yang menghasilkan efektivitas tembakan diatas rata-rata liga, yaitu area sudut tiga angka. Tetapi, 2 area tersebut memiliki upaya tembakan yang paling rendah.

Memasuki musim ke-2 di NBA,Doncic berhasil meningkatkan performa menjadi pemain yang lebih efisien. Ia berhasil meningkatkan efisiensi serangan menjadi 1,17 angka pada setiap penguasaan dengan menggunakan 35 persen USG%.

Efektivitas tembakan pada area tiga angka mengalami penurunan yang tidak signifikan. Doncic mengurangi upaya tembakan pada area perimeter. Ia memiliki rata-rata 1,1 upaya tembakan di area itu, menurun 0,7 upaya tembakan dengan efektivitas tembakan yang tidak jauh berbeda dengan musim lalu,

Perubahan besar terjadi di area cat. Doncic menjadi pemain yang lebih efisien di area itu. Ruki terbaik tahun lalu itu menghasilkan rata-rata 1,26 angka pada setiap upaya tembakan, dimana 1,48 angka di area restricted dan 0,95 angka di area cat (non restricted). Bahkan efisiensi di area cat yang dimiliki Doncic lebih baik dibanding raja interior area cat, LeBron James.

Peningkatan produktivitas angka juga diperlihatkan pada situasi bola mati. Doncic memiliki rata-rata 9,2 upaya tembakan bebas dengan persentase keberhasilan 80,6 persen, meningkat 9,3 persen. Meningkatnya efisiensi serangan yang dimiliki Doncic juga didukung oleh performa sebagai fasilitator tim. Ia berhasil meningkatkan rata-rata asis dari 6 asis menjadi 8,9 asis. Meskipun penguasaan meningkat, Doncic tetap berhasil mempertahankan persentase turnover di angka 11,5 persen.

Cara yang ditempuh Donkic hampir mirip dengan yang dilakukan LeBron dan Giannis, yaitu meningkatkan efisiensi pada area cat. Jika dapat bermain dengan konsisten sampai dengan akhir musim dan tidak terganggu dengan cedera, bukan mustahil Donkic akan meramaikan bursa pemain terbaik (most valuable player).

Tinggalkan komentar