New Orleans Pelicans memulai 30 laga NBA musim 2019-20 dengan buruk. Mereka hanya menjual harapan dengan pemain muda potensial, namun tidak dapat meraih kemenangan. Pasukan muda Pelicians memiliki rekor menang kalah 7-23.
Kekalahan atas tim yang memulai pra musim lebih awal. Golden State Warriors, justru berdampak positif terhadap performa Pelicans. Setelah menerima kekalahan tersebut, Pelicans berhasil meraih empat kemenangan beruntun, termasuk 2 tim kuat wilayah barat (Nuggets dan Rockets) dan 1 tim yang sementara menjadi pesaing Pelicans dalam perebutan jatah tiket terakhir play-off, Portland Trail Blazers.
Salah satu aspek yang menjadi faktor kemenangan Pelicans, yaitu performa bertahan. Pada 30 laga awal, Pelicans kemasukkan rata-rata 113,5 angka atau 1,1 pada setiap penguasaan lawan. Perubahan performa terjadi di enam laga akhir. Pelicans menjadi tim dengan pertahanan yang baik. Mereka kemasukkan 1 angka pada setiap penguasaan lawan. Pemain yang menjadi aktor meningkatnya performa bertahan Pelicans, yaitu Derrick Favors.
Ketika melawan Blazers, performa bertahan Favors dibawah 1 angka pada setiap penguasaan lawan. Forwarda andalan Blazers, Whiteside kesulitan untuk menghasilkan produktivitas angka ketika berhadapan dengan Favors. Whiteside menghasilkan 3 angka dari sekitar 21,9 penguasaan.
Pada laga melawan Nuggets, Jokic menyumbangkan produktivitas angka tertinggi bagi Nuggets dengan 23 angka. 56 persen produktivitas angka yang dihasilkan Jokic berasal dari penjagaan Favors, tetapi Jokic hanya memiliki efektivitas tembakan sebesar 35,7 persen dari 14 upaya tembakan. Yang menarik, dalam hal serangan, Jokic dikenal sebagai senter yang bisa mengatur serangan. Peran tersebut diambil Favors dengan 8 asis.
Performa impresif Favors dalam hal bertahan kembali berlanjut ketika melawan Pacers. Mesin doble-doble Pacers, Domantas Sabonis, dibuat tidak berkutik ketika dijaga oleh Favors. Sabonis datang ke Smoothie King Center, kandang Pelicans, memiliki rata-rata produktivitas angka 17,4 dengan efektivitas tembakan 50 persen.
Statistik tersebut berbeda ketika berhadapan dengan Favors. Sabonis hanya memiliki 4 angka dari 6 upaya tembakan. Sabonis berhasil meraih produktivitas angka tertinggi ketika berhadapan dengan ruki Pelicans, Jaxson Hayes.
Pada laga natal, Isaiah Hartenstein –senter pengganti Clint Capela—berhasil membuat Favors kesulitan. Ia memiliki produktivitas angka tertinggi ketika berhadapan dengan Favors. Hartenstein memiliki 8 angka dari 6 upaya tembakan dengan persentase keberhasilan 66,7 persen. Favors menggantikan performa buruk tersebut dengan defensive rebound. Ia menjadi kontributor utama persentase defensive rebound Pelicans dengan. Favors berhasil meraih 32,3 persen defensive rebound pada setiap tembakan lawan yang tidak menemui target.
Ketika Pelicans berhasil meraih kemenangan atas Kings. Favors dapat membuat frustasi para pemain Kings. Favors kemasukkan 1 tembakan dari 11 upaya tembakan. Nemanja Bjelica menjadi satu-satunya pemain yang dapat menghasilkan produktivitas angka ketika dijaga oleh Favors.
Dengan Favors, Ingram, dan kembalinya Williamson membuat Pelicans siap membuat keributan terhadap tim-tim wilayah barat untuk memperebutkan 1 tiket play-off.