Pada musim lalu, Milwaukee Bucks mengalami perubahan prestasi yang signifikan. Pada musim regular, mereka berhasil menempati peringkat 1 wilayah timur. Dengan performa tersebut, Bucks diprediksi oleh banyak pengamat akan meruntuhkan dinasti Golden State Warriors. Namun, performa Bucks terhenti oleh tim yang akhirnya keluar menjadi juara NBA 2019, yaitu Toronto Raptors.
Giannis Antetokounmpo. nama yang paling sering disebut sebagai pemain yang paling berpengaruh terhadap performa Bucks. Ia menjadi kontributor utama dengan rataan doble-doble, yaitu 27,7 angka dan 12,5 rebound. Selain itu, Giannis juga menjadi fasilitator utama Bucks dengan rata-rata 5,9 asis dan 3,7 kesalahan (turnover). Bahkan, pada musim 2018-2019, Giannis terpilih menjadi Most Valuable Player (MVP).
Meskipun telah meraih gelar MVP, ternyata Giannis masih memiliki potensi untuk mengembangkan kemampuan di area tiga angka. Giannis, memiliki efektivitas tembakan tiga angka dibawah rata-rata liga dengan 25,5 persen dari rata-rata 2,8 upaya tembakan tiga angka.

Kelemahan Giannis mulai tertutupi pada musim ini. Giannis berhasil meningkatkan performa di area tiga angka. Ia memiliki efektivitas tembakan 33,5 persen dari rata-rata 5,2 upaya tembakan tiga angka. Bahkan, Giannis terlihat lebih berani untuk melepakan tembakan tiga angka, Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya upaya tembakan tiga angka dibanding musim lalu.
Performa tembakan tiga angka diperlihatkan ketika melawan tim peringkat 1 wilayah barat, Los Angeles Lakers. Giannis memiliki 5 dari 8 upaya tembakan tiga angka dengan efektivitas tembakan 62,5 persen, tertinggi selama Giannis berkarir di NBA.
Walau demikian, ternyata muncul masalah baru dalam hal tembakan bebas. Upaya tembakan bebas Giannis di musim ini, meningkat dibandingkan musim lalu, tetapi tidak diiringi dengan meningkatnya efektivitas tembakan bebas. Giannis memiliki efektivitas tembakan 61,1 persen dari 10,4 upaya tembakan bebas, menurun 11,8 persen dibanding musim lalu.
Selain meningkatkan performa yang menjadi kelemahan musim lalu, Giannis juga mempertahankan performa pada area 5 kaki. Ia memiliki efektivitas tembakan 69,6 persen dari total 411 upaya tembakan, tidak jauh berbeda dengan musim lalu. Giannis juga masih menjadi fasilitator utama Bucks dengan rata-rata 5,5 asis dan ratio asis diatas 1. Ia menempati peringkat enam sebagai pemain forwarda dengan rata-rata asis tertinggi.
Sisi sebaliknya, performa pertahanan, Giannis semakin menunjukkan peningkatan performa. Ia memiliki kemasukkan 0,98 angka pada setiap penguasaan lawan. Giannis menempati peringkat pertama dalam hal efisiensi bertahan untuk pemain dengan rata-rata memiliki 30 menit bermain dan telah menyelesaikan minimal 20 laga.
Sebelum laga melawan San Antonio Spurs, 6 Januari 2020, waktu setempat. Giannis dapat menahan efektivitas tembakan lawan di angka 39,2 persen dari rata-rata 6,3 upaya tembakan dua angka dan 35,7 persen dari rata-rata 4,1 upaya tembakan tiga angka.
Forwarda andalan Lakers, Anthony Davis, dibuat tidak berkutik ketika dijaga Giannis. Davis hanya memiliki 3 tembakan dari 12 upaya tembakan. Most Improved Player 2019, Pascal Siakam, menghasilkan 9 ketika dijaga Giannis. Namun, Giannis dapat menekan efektivitas tembakan dibawah rata-rata, yaitu 40 persen. Bahkan, Giannis melakukan 2 block terhadap tembakan Pascal.
Kontribusi bertahan lainnya diperlihatkan dalam hal defensive rebound. Ia berada di peringkat ke-3 dalam hal rata-rata defensive rebound, dibawah mesin doble-doble, Andre Drummond dan pemain bertahan terbaik musim lalu, Rudy Gobert.
Giannis akan menjadi pemain yang sempurna jika dapat mempertahankan performa efektivitas tembakan tiga angka minimal sama dengan rata-rata liga dan meningkatkan efektivitas tembakan bebas minimal sama dengan musim lalu. Ketika Giannis dapat meningkatkan performa serangan dan mempertahankan performa bertahan, bukan tidak mungkin Giannis akan memperoleh gelar MVP ke-2 nya secara beruntun.